Kamis, 29 September 2016

#SIP Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi


A. Pengertian Informasi menurut para ahli yaitu:
1.   Tata Sutabri, S.Kom., MM.
Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan ataupun diolah serta diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan sebuah keputusan.
2.   Raymond Mc.Leod
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima serta bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini ataupun mendatang.
3.   Jogiyanto HM.
Informasi didefinisikan sebagai hasil dari suatu pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
4.  Abdul Kadir., Mc Fadden dkk.
Mendefinisikan informasi adalah sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang telah menggunakan data tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan menjadi bentuk yang memiliki arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. 
B.     Sistem Informasi Psikologi
Sebelum membahas apa itu sistem informasi psikologi, kita akan membahas satu persatu. Apa itu sistem? Informasi? dan psikologi?
·      Sistem
mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata tersebut didefinisikan. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan yaitu :
1.  Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen-elemen atau kelompoknya yang dalam hal ini sistem ini didefinisikan sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu aturan tertentu.
2. Pendekatan sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur yang lebih menekankan urutan operasi di dalam sistem. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen-elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai “sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”. Dengan demikian di dalam suatu sistem, komponen-komponen ini tidak dapat berdiri sendiri-sendiri, tetapi sebaliknya saling berhubungan hingga membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan sistem itu dapat tercapai.

·   Informasi menurut para ahli yaitu:
1.     Raymond Mc.Leod
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima serta bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini ataupun mendatang.
2.     Jogiyanto HM.
Informasi didefinisikan sebagai hasil dari suatu pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
3.     Abdul Kadir., Mc Fadden dkk.
Mendefinisikan informasi adalah sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang telah menggunakan data tersebut.
4.     Tata Sutabri, S.Kom, MM.
Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan ataupun diolah serta diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan sebuah keputusan.
Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan menjadi bentuk yang memiliki arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang.

·   Psikologi menurut para ahli yaitu : 
1. Menurut Wundt, Psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science
    of human consciousness). 
2. Woodworth dan Marquis, Psikologi yaitu mempelajari aktivitas-aktivitas individu,
    baik aktivitas motorik, kognitif maupun aktivitas emosional. 
3.  Branca mengemukakan bahwa Psikologi ilmu pengetahuan tentang perilaku
    manusia. 
Dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia yang mempelajari aktivitas-aktivitas individu baik motorik, kognitif maupun aktivitas emosional dan juga mempelajari tentang perilaku manusia. 
Berdasarkan dari penjelasan-penjelasan diatas maka, sistem informasi psikologi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan elemen yang terkait dan telah diklasifikasikan berdasarkan kejadian-kejadian dan juga mempelajari aktivitas-aktivitas individu dan perilaku manusia.

Selanjutnya saya akan membahas mengenai komponen-komponen beserta fungsi dari informasi dan sistem informasi. Berikut penjelasannya:
  •       Komponen Informasi terdapat lima tahapan, yaitu: 
1.   Input
2.   Proses data
3.   Output
4.   Penyimpanan
5.   Pengendalian aktivitas dalam mengubah sumber daya data menjadi sebuah informasi.

  • ·         Informasi-informasi tersebut ditemukan melalui enam komponen metodologi, yaitu : 
1.      Deduksi logis
2.      Interpretasi hipotesis, instrumentasi, skala pengukuran, sampling
3.      Penyederhanaan (dengan statistik, estimasi parameter)
4.      Pembentukan teori dan proposisi
5.      Pengujian hipotesis
6.      Inferensial logis

  • ·         Fungsi Informasi, yaitu:
Menghasilkan informasi tentang sel maupun range mengenai posisi maupun format yang berlaku padanya. Melalui fungsi ini, kita dapat mengetahui posisi baris, kolom, nilai suatu pesan kesalahan, lokasi suatu file, jumlah sheet dalam suatu file. 

  • ·         Komponen Sistem Informasi ada lima macam, yaitu:
1. Perangkat keras yaitu komponen untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses data, dan keluaran data.
2.   Perangkat lunak yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
3.  Database yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
4. Telekomunikasi yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif. 
5.   Manusia yaitu personel dari sistem informasi meliputi manajer, amalis, programer,dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem. 

  • ·         Fungsi Sistem Informasi ada empat macam, yaitu: 
1.  Meningkatkan aksebilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem  informasi secara kritis
3.      Mengembangkan proses perencanaan yang efektif 
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. 

Sumber:

http://www.gurupendidikan.com/pengertian-informasi-menurut-para-ahli-lengkap/.
Kusrini, K. A. (2007). Tuntutan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT).
Gulo, W. (2000). Metodologi Penelitian. Penerbit: Grasindo.
Basuki, H. A. M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Arifin, J. (2009). Mengungkap Kedahsyatan  205 Fungsi Terapan Microsoft Office Excel. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
http://www.dosenpendidikan.com/12-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-menurut-para-ahli/
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi. Penerbit: CV. ANDI OFFSET.

Rabu, 28 September 2016

#SIP Etika Menulis Artikel Online



Artikel? Siapa yang tidak pernah membaca sebuah artikel? Pasti kalian sering membacanya melalui internet atau koran. Tetapi apakah kalian tahu bahwa seseorang yang membuat artikel itu berdasarkan sebuah fakta atau tidak? Nah, disini saya akan membahas mengenai “Etika Menulis Artikel Online”.
Pertama-tama saya akan membahas apa itu Etika? Etika berasal dari kata “etika”, “etis”, dan “moral”. Etika juga berasal dari kata yunani “ethos” dalam bentuk tunggal yang memiliki banyak arti, tempat tinggal yang biasa; padang rumput, kandang habitat; kebiasaan adat; akhlak, watak; perasaan sikap, cara berpikir. Etika adalah mengenai bagaimana kita menghadapi tantangan untuk berbuat baik ketika hal itu lebih mahal dari apa yang kita bayar. Etika memiliki 2 aspek, yaitu:
1.      Menyangkut kemampuan membedakan yang benar dari yang salah, yang baik dari yang jahat, dan yang pantas dari yang tidak pantas.
2.      Menyangkut komitmen bertindak yang benar, baik, dan pantas.
Biasanya seseorang menulis artikel hanya berdasarkan perasaan dan informasi yang minim, sehingga artikelnya dapat membuat seseorang sulit memahami dan mudah tersinggung saat membacanya. Maka dari itu, seseorang harus memahami apa itu yang di maksud dengan menulis? Menulis merupakan sarana mengembangkan daya pikir atau nalar dengan mengumpulkan fakta, menghubungkannya kemudian menarik kesimpulan. Menulis juga suatu keterampilan berbahasa yang dipergunkan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif.
Nah diatas sudah ada penjelasan etika dan menulis, selanjutnya saya akan menjelaskan apa itu artikel? Yang sudah kita bahas-bahas sedikit di awal, artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang atau kelompok yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kontroversial untuk tujuan memberi informasi, mempengaruhi dan meyakinkan atau menghibur khalayak pembaca.
Nah dalam menulis artikel online juga terdapat etika-etika saat penulisan, yaitu:
1.   Seorang penulis harus membuktikan karyanya memang hasil orisinil miliknya, bukan jiplakan,
2.   Penulis juga harus menulis secara cermat, teliti, tepat, dan akurat untuk terhindar dari pelanggaran seperti Fabrikasi data yang merupakan mempabrik data atau membuat data yang sebenarnya tidak ada atau lebih umumnya data fiktif,
3.   Falsifikasi data yaitu mengubah data sesuai dengan keinginan, terutama agar sesuai dengan simpulan yang ingin diambil dari sebuah penelitian ,
4.   Plagiat atau plagiarisme kata ini sudah umum dikalangan masyarakat, khususnya di Indonesia, plagiarisme ialah mengambil kata atau kalimat teks seseorang tanpa memberikan bentuk situasi yang secukupnya.
Dengan adanya pelanggaran ilmiah dapat menjaga kebenaran dan manfaat serta makna informasi yang disebarkan sehingga tidak memberi dampak buruk kepada pembacanya. Seorang penulis juga harus bertanggung jawab dengan tulisan yang dibuatnya dan tulisannya dapat memberi manfaat kepada masyarakat yang membacanya.
            Dengan adanya penjelasan diatas membuat kita mengerti pentingnya etika dalam menulis artikel online, biasanya seseorang menulis hanya menggunakan insting atau perasaan dan mengandalkan informasi yang ada dan minim. Sehingga penulis tidak mengerti apa yang ia tulis merupakan sebuah fakta ataukah sebuah gossip semata.

Sumber:
John, C, M. (2003). Etika Yang Perlu Dikehahui Setiap Pemimpin. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
Bertens, K. (2011). Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Wicaksono, A.  (2014). Menulis Kreatif Sastra dan Beberapa Model Pembelajarannya. Yogyakarta: Garudhawaca.
Gustiana, A. (2015). Artikel adalah (online). http://dokumen.tips/documents/artikel-adalah.html. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2015 pukul 18.59 WIB.
Abdullah, G, A. (2012). Kode Etik Penulis dan Etika Penulisan dalam Artikel ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Minggu, 17 April 2016

Teknik-Teknik dalam Pendekatan Humanistik



Teknik Terapi
Teknik utama eksistensial humanistik pada dasarnya adalah penggunaan pribadi konselor dan hubungan konselor-konseli sebagai kondisi perubahan. Namun eksistensial humanistik juga merekomendasikan beberapa teknik (pendekatan) khusus seperti menghayati keberadaan dunia obyektif dan subyektif klien, pengalaman pertumbuhan simbolik (suatu bentuk interpretasi dan pengakuan dasar tentang dimensi-dimensi simbolik dari pengalaman yang mengarahkan pada kesadaran yang lebih tinggi, pengungkapan makna, dan pertumbuhan pribadi).
Teknik dalam terapi ini antara lain:
  • Penerimaan
  • Rasa hormat 
  • Pemahaman
  • Menentramkan hati 
  • Pertanyaan terbatas 
  • Memantulkan pertanyaan dan perasaan
Pada saat terapis menemukan keseluruhan dari diri klien, maka saat itulah proses terapeutik berada pada saat yang terbaik. Penemuan kreatifitas diri terapis muncul dari ikatan saling percaya dan kerjasama yang bermakna dari klien dan terapis. Proses konseling oleh para eksistensial meliputi tiga tahap yaitu:
  1. Tahap pertama, konselor membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Konselor mengajarkan mereka bercermin pada eksistensi mereka dan meneliti peran mereka dalam hal penciptaan masalah dalam kehidupan mereka.
  2. Pada tahap kedua, klien didorong agar bersemangat untuk lebih dalam meneliti sumber dan otoritas dari sistem mereka. Semangat ini akan memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.
  3. Tahap ketiga berfokus pada untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupanya yang memiliki tujuan. Dalam perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang sebagai alat untuk membuat klien sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaaan kebebasan pribadinya. 
Saya menyukai teknik-teknik dalam terapi ini karena klien diminta untuk memahami masalahnya terlebih dahulu, kemudian klien diminta untuk menentramkan hatinya agar bisa menjawab beberapa pertanyaan terbatas yang diajukan oleh terapis. Klien juga diminta untuk memntulkan kembali pertanyaan yang diajukan oleh terapis kemudian menyampaikan bagaimana perasaan yang dirasakan saat itu. Klien memberikan rasa hormatnya terhadap terapis yang telah membantunya dan mencoba untuk menerima apa yang dialaminya saat itu.

Sumber:
Corey, Gerald. (1995). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung : PT. Eresku.
Modul Bimbingan dan Konseling - PLPG Kuota. (2008). Surabaya: Unesa.

Sabtu, 09 April 2016

Kekurangan dan Kelebihan Pendekatan Humanistik


      Pendekatan Humanistik

Sebenarnya Eksistensial “Humanistik” dengan tokoh Victor Frankl dan Rollo May ini bukan terapi, tetapi filsafat sebagai pendekatan yang berkembang dari reaksi terhadap dua model besar dalam terapi, yaitu Psikoanalisis dan Behaviorisme.
Dalam pandangan Victor Frankl sebagai tokoh Logo Therapy (Logo Therapy adalah terapi yang menekankan pada kebermaknaan hidup dengan amalan) yang juga bicara eksistensial “humanistic”, terapis memasuki dunia subyektif klien tanpa praduga apapun. Sedang Sigmund Freud memasuki dunia klien dengan memaksakan pendapatnya dalam bentuk interpretasi.

Teori ini di kembangkan oleh maslow(1908-1970), konsep utama yang dianut adalah usaha untuk mengerti manusia sebagaimana adanya, mengetahui mereka dari realitasnya, melihat dunia sebagaimana mereka melihatnya, memahami mereka bergerak dan mempunyai keberadaan yang unik konkrit dan berbeda dari teori yang abstrak. Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu, psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia. Kedua, ia menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia. Ketiga, ia menawarkan metode yang lebih luas akan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam pelaksanaan psikoterapi.
Humanistik tidak jelas kaitannya dengan ekologi psikologi. Pada satu sisi, Humanistik tempat yang paling berkuasa atas nilai potensial untuk pengembangan individu.  Ini nilai-nilai pengalaman manusia dan kemampuan manusia untuk melampaui pikiran dengan lingkungan sekitarnya, dengan cara yang kreatif.  Jadi dalam hal Humanistik untuk manusia dan pengalaman. Humanistik adalah ilmu manusia untuk menangkap pengalaman dalam semua keindahan yang subjektif.  Ini yang menyebabkan sebuah penekanan atas berbagai  metode fenomenologi yang bertujuan untuk mendapatkan semaksimal mungkin jati diri manusia.
Kebutuhan manusia di susun sebagai lima tahap.Maslow berpendapat bahwa hirarki kebutuhan manusia tersebut sifatnya menyeluruh, makin tinggi hirarki yang di dapat maka dia makin memperlihatkan individualitas kemanusiaan dan kesehatan psikologinya. Kelima tahap itu adalah :
     1.      Kebutuhan dasar
     2.      Kebutuhan keamanan
     3.      Kebutuhan kasih sayang
     4.      Kebutuhan akan di hargai
     5.      Kebutuhan  kegiatan 
Humanistik Menurut Maslow
Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :
        a)      Suatu usaha yang positif untuk berkembang
        b)      Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.

            Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang, takut untuk mengambil kesempatan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya, tetapi di sisi lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan, keunikan diri, ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri(self).
            Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan fisiologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan ras aman dan seterusnya. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperharikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar ini mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.

     Kelebihan Teori Pendekatan Humanistik
1. Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomenel sosial.
2.   Selalu mengedepankan akan hal-hal yang bermuara demokratis, partisipatif dialogis dan humanis
3. Suasana pembelajaran yang saling menghargai adanya kebebasan berpendapat kebebasan mengungkapkan gagasan
4.    Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah merasa senang, bergairah, berinsiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir , perilaku dan sikap atas kemauan sendiri

Kekurangan Teori Pendekatan Humanistik
1.    Bersifat individual
2.    Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung
3.    Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis
4.   Teori humanistik tidak bisa diuji dengan mudah
5. Banyak konsep dalam psikologi humanistik, seperti misalnya orang yang telah berhasil mengaktualisasikan dirinya ini masih buram dan subjektif
6.   Psikologi humanistik mengalami pembiasan terhadap nilai individulisti


Daftar Pustaka
Rosjidan. 1988. Pengantar teori-teori konsleing.  Jakarta: Direktorat Pendidikan Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan  Kebudayaan.
Sukardi, D.K. 1985. Pengantar teori konseling: suatu uraian ringkas.
            Jakarta Timur: Ghalia Indonesia


Gunadarma University

Popular Posts

Calendar

Diberdayakan oleh Blogger.